PERAN IPNU DI KALANGAN PELAJAR DAN SANTRI

Dengan mengawali tulisan ini, sekilas judul di atas terlihat sangat gagah, angkuh dan kesannya sombong. Ya benar, tapi menurut saya judul itu sangatlah cocok untuk kebanggaan saya terhadap Organisasi yang saya lakoni ini yaitu IPNU. Karena secara struktural IPNU itu sangat berperan dalam mencakup ke Agamaan dan ke Bangsaan. Tentunya sangat keren dong peran IPNU ini, tidak hanya berperan di kalangan pelajar saja, namun IPNU juga berperan di kalangan santri-santri pondok pesantren. Tidak sedikit juga orang – orang termasuk saya sendiri, bertanya – tanya tentang NU dan banom – banom NU yang lain tentunya IPNU-IPPNU kepada pelajar, santri, mahasiswa dan orang dewasa itu tidak mengetahuinya. Padahal secara kultur dan ritual ke agamaan kalangan mereka itu di kategorikan sebagai warga NU (Nahdliyin).
Misalnya dengan melakukan ritual ke agamaan seperti yasinan, marhabaan, tahlilan dan yang lainnya. Dengan itu, peran IPNU sangat di perlukan untuk mengenalkan kebiasaan ritual mereka yang di lakukan setiap harinya, terutama di kalangan anak muda. Supaya kebiasaan tersebut bisa di tanamkan dalam hati dan pikiran mereka bahwa ritual yang setiap harinya mereka lakoni itu adalah kebiasaan dari warga NU (Nahdliyin). Perlu di ketahui juga NU adalah salah satu Ormas Islam paling Nasionalisme dan berpengaruh besar di Nusantara sehingga mencetuskan kata “NKRI harga mati!”. Dengan salah satu pendiri pertamanya NU yaitu, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim As’ary.
Sebagai organisasi pelajar dan santri, perlu di ketahui juga tokoh-tokoh pendiri IPNU-IPPNU di antaranya yaitu ; KH. Moch. Tholhah Mansoer (Pendiri IPNU) dan Istrinya HJ. Umroh Mahfudhoh T. Mansoer (Pendiri IPPNU). Dan tingkatan- tingkatan kepengurusan IPNU-IPPNU di mulai dari Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR) dan Komisariat. Kondisi di setiap tingkatan daerah dari masing-masing kepengurusan tersebut sangatlah beda-beda. Banyak yang sangat mempengaruhi kondisi tersebut, baik itu dari kinerja kepengurusan, kultur masyarakat, dari setiap tokoh-tokoh maupun pemerintahan dll.
Saya sebagai generasi muda sangat beruntung bisa mengenal IPNU terus bisa menjadi kader IPNU, yang awalnya merasa aneh dan di bikin penasaran dengan organisasi ini, akhirnya saya langsung saja mengikuti pengkaderan tersebut (Makesta). Setelah terjun langsung ke IPNU ternyata di dalamnya terdapat Ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat tidak hanya mencakup dalam agama saja, namun kita di ajarkan untuk menjadi orang yang Nasionalisme. Bukan itu aja dari IPNU saya juga mendapatkan Ilmu berOrganisasi dengan baik, teman baru dari masing- masing daerah, jaringan wawasan semakin luas, beradu argumen untuk memecahkan masalah, diskusi dan masih banyak lagi hal-hal yang positif.
Di zaman Era Globalisasi ini peran IPNU sangat di perlukan, karena semakin berkembangnya zaman tentunya akan memudarkan kelestarian/kebiasaan kita terhadap

lingkungan. Nah, cocok buat kita khususnya para remaja (pelajar dan santri) untuk menjadi kader IPNU.
A. Peran Mudah IPNU

Peran mudah IPNU adalah adanya dorongan dari masyarakat yang pada intinya memudahkan kegiatan kami di lingkungan tersebut di antara contoh singkatnya yaitu;

  1. Lingkungan pesantren yang pada dasarnya adalah pengurus atau pimpinan pesantren tersebut itu sudah menjadi Pengurus NU.
  2. Lingkungan sekolah karena kita berteman dengan salah satu ketua Osis dan kepala sekolahnya juga berbasis NU.
  3. Lingkungan mesjid dan madrasah tersebut adalah tempat/kampung dari jajaran kepengurusan IPNU tersebut.
    B. Peran Sulit IPNU

Peran sulit dari IPNU adalah ketika di suatu tempat berbasis islam umumnya sekolah tetapi di dalamnya terdapat beberapa elemen-elemen yang lain, sehingga sangat memperlambat gerak cepat kami sebagai IPNU. Tetapi dengan kondisi seperti itu kami merasa terguncang dan terus mensosialisasikan pengkaderan tersebut.
Hal terberat sekarang adalah bagaimana disetiap daerah, setiap ada persoalan yang berkaitan dengan pelajara dan santri, IPNU harus menjadi organisasi yang pertamakali merespon persoalan tersebut. Perlu kerja ekstra keras tim, karena kita semua harus sering mengikuti perkembangan zaman informasi, berdiskusi, dan merumuskan solusi alternatif yang bisa kita tawarkan untuk menyelesaikan masalah pelajar yang terjadi di sekitar kita.
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah membuat IPNU sebagai lembaga organisasi yang memberi pelayanan dan manfaat bagi pelajar, tidak sedikit masalah yang dihadapi oleh pelajar misalnya keterbatasan sarana belajar, kekurangan biaya sekolah, masalah antar pelajar, antara pelajar dengan lingkungan ataupun dengan orang tua dll. Belum lagi ancaman bagi pelajar yang bersifat jangka panjang, misalnya narkotika, mabuk, dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak di inginkan.
Cara lain yang harus IPNU lakukan antara lain adalah fasilitasi peningkatan prestasi belajar dan pembentukan kelompok yang bersifat kegemaran (olahraga, hiking, camp dan seni).
Apabila kita dapat konsisten dalam kepemimpinan issue pelajar, maka setiap ada pelajar yang memiliki ketertarikan untuk terlibat aktif di organisasi, maka IPNU akan senantiasa menjadi tujuan dan pilihan utama bagi pelajar untuk bergabung dan menyeimbangi keseruan dalam belajar. Tersemogakan! Aamiin.