Nurul Afifah, Anak bungsu

Saya Nurul Afifah, anak bungsu dari sebelas bersaudara. Lahir di Purwakarta pada 25 November 2002 dari pasangan umi Hj. Siti Farihah, BA dan Abah Kh. Ahmad Dimyati. Saat ini saya sudah menjadi Yatim, Abah meninggal dunia 10 tahun silam ketika saya sedang duduk di bangku kelas 2 SD.
Sedikit cerita mengenai pengalaman saya dalam mengikuti salah satu organisasi besar Islam di Indonesia. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama biasa disebut IPPNU. IPPNU merupakan salah satu organisasi yang berbadan otonom dari Nadhlatul Ulama.
Awal mengenal IPPNU sejak saya berumur 12 tahun waktu itu saya sedang duduk dibangku kelas 1 SMP Negeri 1 Sukatani, dari Umi yang memang dulunya pernah menjabat sebagai ketua PC IPPNU pertama di Kabupaten Purwakarta ini pada periode 1996-2003. Umi sering bercerita pengalaman-pengalaman yang dulu pernah umi lakukan, seperti mengikuti kegiatan kongres IPPNU ke-XI pada tahun 1996 di Garut, kongres IPPNU ke-XII pada tahun 2000 di Makasar, Sulawesi selatan, dan yang terakhir Kongres IPPNU ke-XIII pada tahun 2003 di Surabaya. Pada kongres terakhir yang umi ikuti inilah saya dan kakak yang ke tujuh diajak ke Surabaya saat itu usia saya baru beranjak usia satu tahun.
Merasa bangga dengan apa yang umi ceritakan tentang pengalaman-pengalaman mensyiarkan ajaran-ajaran Ahlusunnah Waljamaah melalui organisasi kepada saya hingga saya tertarik untuk mengikuti dan meneruskan perjalanan umi di organisasi IPPNU ini. Di usia 12 tahun yang memang belum begitu paham tentang organisasi dan sikap saya yang memang agak pemalu menjadi hambatan untuk tau lebih dalam bagaimana perkembangan organisasi IPPNU di Purwakarta setelah umi saya sudah tidak lagi terjun di organisasi, dan menjadi alasan pula saya belum terjun masuk ke dunia organisasi pada saat itu karena kurang infomasi mengenai organisasi ini.
Setelah lulus dari sekolah menengah pertama saya melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Sukatani. Tidak putus harapan untuk bisa bergabung di Organisasi ini saya berniat untuk mencari Informasi tentang organisasi ini. Pada suatu hari ketika saya sedang presentasi didepan kelas, saya sedikit menyinggung tentang hal hal yang kaitan dengan Ahlusunnah Waljamaah dan organisasi-organisasinya, hingga pada akhirnya salah satu teman saya tertarik tentang apa yang saya lontarakan pada saat presentasi. Disini kami mulai mengobrol dan saya mengatakan mau ikut organisasi Nahdatul Ulama dan kebetulan beliau adalah pengurus IPPNU di kecataman sukatani ini, Dilla dan satu rekan nya Agus muahemin. Kesempatan besar saya untuk bisa ikut IPPNU karena ini adalah keinginan saya sejak SMP dulu.

Dengan metode pendekatan oleh teman saya yaitu diajak ikut kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sukatani, menambah keinginan saya untuk terjun di organisasi, hingga pada akhirnya saya mengikuti kegiatan Makesta. Saya pun masuk ke dalam bagian anggota di kecamatan ini.
Dari apa yang saya perhatikan IPNU IPPNU di kecamatan sukatani kerkembang hanya di satu pesantren saja, pengurus serta anggotanya kebanyakan dari satu pesantren ini walaupun ada sebagian dari luar pesantren, membuat saya sadar kenapa dulu saya sulit sekali mencari infomasi tentang organisasi IPPNU apakah ada di Sukatani ?. Walaupun begitu Perlu di Apresiasi dalam konteks kekompakan antara pengurus dan keanggotaanya. Mereka semua saling bahu membahu dan kompak dalam kegiatan.
Dari masalah tersebut harapan yang saya inginkan bahwa IPNU IPPNU kecamatan Sukatani bisa meluas di beberapa Desa di Kecamatan Sukatanai ini bahkan seluruh Desa. Agar semua orang tau apa itu IPNU IPPNU dan sepenting apakah IPNU IPPNU di kalangan pelajar dan santri.
Menurut pendiri IPPNU Dra. Hj. Umroh “orientasi IPPNU dalam langkah perjuangannya berkaitan erat dengan aspek kekaderan dan kepelajaran yang dititikberatkan pada kesempurnaan moral dan kemajuan pendidikan, sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam”. Itulah pentingnya IPNU IPPNU di kalangan pelajar dan santri. Perlu kiranya untuk membina kaum remaja agar mereka dapat berperan aktif dalam masyarakat dengan mengedepankan intelektualitas, moral, dan sikap toleransi.
Jika hal ini dilakukan dengan bekerja sama maka saya menyakinkan hal ini bisa terealisasikan, artinya bahwa setiap usaha akan terwujud apabila ada niat didalam usaha. Dan apabila niat dalam usaha ini baik maka akan memiliki dampak yang baik pula pada kehidupan ini. Karena baik buruknya seseorang adalah implementasi atau wujud kongkrit dari niatnya.
Dari pandangan pengurus serta anggota IPPNU, melihat keaktifan saya di organisasi saya dipercaya dan terpilih menjadi ketua PAC IPPNU di kecamatan Sukatani periode 2020-2022. Dengan ini saya harus siap dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah diamanahkan kepada saya.
Berjalannya organisasi tidak akan selalu mulus, diperjalanan pasti menghadapi berbagai kendala mau kecil ataupun besar. Menyatukan berbagai argumen dari semua pemikiran pemikiran tidaklah mudah. Beragam sikap manusia terlihat jelas, dari sikap egois, sensitif atau

biasa disebut baperan, pendiam, suka mengalah, sabar, ceria. Semua menyatu padu dalam satu organisasi ini. Ini yang menjadi hambatan utama nya, kadang sulit mencari titik penengah dalam satu masalah.
Dan ini yang menjadi hal yang tidak saya sukai, sikap egoisme yang kadang didahulukan dari pada sikap saling menghargainya. Dalam permasalahan ini solusinya yaitu dengan bermusyawarah, saling mengeluarkan unek-uneknya. Agar orang yang bersangkutan tau dan tidak saling membicarakan satu sama lainnya.
Dengan mengakhiri cerita ini saya berharap bahwa IPNU IPPNU bisa terus mewujudkan apa yang diharapkan oleh pendiri IPPNU dengan terus berperan aktif di masyarakat dengan mengedepankan intelektualitas, moral yang tinggi, berbudaya toleransi dan anti kekerasan. Kiranya ini yang akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Salam bejuta, Salam Pelajar !!!