Kebebasan Atau Masa Depan Yang Menjanjikan

Oleh : Syifa Nur

Kini,
Pikiranku kalut,
Hatiku remuk
Semangatku menciut.
Namun, ada penyesalan yang berkobar bak api unggun dimalam terakhir perkemahan. Begitupun ego yang mengenyam diatas tuntutan.
Ya, ku akui, dewasa masih berproses dalam jiwa ini.
Satu hal yang tidak pernah aku duga sebelumnya yaitu bisa bertahan sampai disini. Bertahan dengan segala kepahitan.
Sebenarnya, tidak sedikit orang yang masih butuh keberanian untuk mewujudkan angan, entah aku yang pengecut ataukah waktu yang belum tepat.
Sempat terbesit ingin berhenti melangkah karena ego yang tak tahu arah.
Lelah sebenarnya, namun tak ada pilihan lain selain bertahan walau dengan keterpaksaan karena ada angan yang harus diwujudkan. Sejenak, ingin rasanya berhenti melangkah, namun ada kewajiban yang tidak bisa aku tinggalkan, jika dipaksakan seolah kaki ini sedang berlari diatas duri.
Inilah dinamika kehidupan bak roda yang berputar.
Ada beberapa kebebasan yang harus kita tinggalkan, namun tidak serta merta hilangnya kebahagiaan. Anggap saja ini sebagai pengorbanan untuk masa depan yang lebih menjanjikan.
Jangan terlalu berambisi melihat orang yang sudah berada diatas kita dengan segala kelebihannya. Kita, yang masih merangkak lalu harus jatuh kembali, selalu percaya atas setiap untaian doa orang tua juga takdir tuhan yang tidak akan pernah tertukar