Eksistensi Bukan Prioritas Organisasi

Saya Ai nurhayati anak kedua dari 3 bersaudara,lahir di purwakarta pada 5 Februari 2003 orang orang biasa memanggil saya pekok,nama yang asing namun sering malas jika ada yang bertanya apa artinya,lahir dalam keluarga yang sederhana namun ditakdirkan jadi anak manja,mungkin dilatarbelakangi oleh keadan fisik yang lemah,menjadi salah satu bagian kader di IPPNU ini tentunya menjadi sebuah kebanggan tersendiri sebab bagi diri saya IPPNU adalah jembatan pencarian pengalaman diri saya sendiri,
Tantangan globalisasi,terjadinya revolusi industri,bahkan pengalihan isu berita bahkan ketenaran dalam digitalisasi adalah hal yang lumrah sedang terjadi,memaknai sebuah Organisasi pada dasarnya dibuat sebagai tempat ataupun wadah bagi orang orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis,tentu saja di IPPNU dibawah naungan NU(organisasi terbesar di indonesia)
Tidak sedikit masalah yang ada dari individu bahkan kelompok,namun itu semua tidak bisa dipungkiri toh dalam Triologi nya pun sudah terpampang dengan jelas Belajar,Berjuang,Bertaqwa artinya jika kita tidak Belajar dalam usia IPPNU ini lantas mau kapan? Sebuah perjuangan dalam sebuah pengabdian tentu saja akan menimbulkan dari beberapa kontroversi baik itu dalam keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat yang tidak mengerti,pada hakikatnya di jaman digitalisasi seperti ini banyak yang beranggapan bahwa sanya dengan eksistensi artinya menandai,menandai disini dapat diutarakan bahwa terdapat ribu ribu kegiatan
Yang dipublikasikan,akan tetapi dibalik semua itu tidaklah cukup untuk merasa paling diakui,oleh karena itu perlu dipahami bahkan didampingi yang sangat utama dalam menahkodai organisasi,contoh halnya dalam organisasi ini tentu ego setiap kader tidak mungkin sama begitupun juga dengan mentall health nya,sebuah penyakit yang masih tidak banyak orang menghiraukan nya ataupun kondisi hubungan dalam ruang lingkup keluarga,ini tidak bisa dipungkiri toh tuhan telah meridoi perbedaan itu,Dalam berorganisasi tidak perlu di gembargemborkan dalam eksistensi yang tinggi namun di dalamnya tidak ada keterikatan batin,kekeluargaan,bahkan memecahkan suatu permasalahan ini sesuatu hal yang kecil namun pada dasarnya jika terus tidak dihiraukan mungkin akan timbul adanya organisasi yang tidak karuan di dalamnya sehingga akan menimbulkan kehambaran dalam menahkodai nya,cukup dengan semestinya tidak terlalu banyak digemborkan.