Langkah Awal Mengasah Diri

Langkah Awal Mengasah Diri
Oleh : Rizki Fauzi

Nama saya Rizki Fauzi panggil saja Rizki atau iki, saya kelahiran Purwakarta 14 september 2002 dari keluarga yang serba seadanya. Saya anak ke 4 dari 8 bersaudara, pada saat ini saya sedang menempuh pendidikan kelas III (tiga) di SMK NEGERI 1 BOJONG (Alhamdulillah) sekolah yang ada di Purwakarta (semoga setelah tamat mendapatkan hasil yang memuaskan dan Allah SWT memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi. Amiien.
Sehari-hari saya belajar layaknya seorang pelajar yang lain, namun ada kesibukan tersendiri pada hari sabtu-minggu dan itu hari libur yang berlaku bagi pelajar di Purwakarta. Dan kesibukan saya di saat libur datang tak lain saya mengurusi Organisasi pelajar bersama yang lainya. Ya itulah resiko nya jika kita menjadi sosok aktivis, namun tak dapat dipungkiri keseruan dan manfaat dari setiap tantangan perjalanan nya, itu semua menjadi sebuah alasan saya untuk terus Belajar, Berjuang, Bertaqwa dan 3B itu adalah Trilogi Organisasi yang saya ikuti, Organisasi itu adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Organisasi ini di dirikan pada tanggal 24 Februari 1954 M di Semarang. Usulan ini dipelopori oleh pelajar-pelajar dari Yogyakarta, Solo, dan Semarang yang diwakili oleh Sofwan Cholil Mustahal, Abdul Ghoni, Farida Ahmad, Maskup Dcerean M. Tolchah Mansyur. Muktamar tidak menolak atas inisiatif serta usulan tersebut .Dengan suara bulat dan mufakat dilahirkan suatu organisasi yang bernama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dengan ketua pertama M. Tolchah Mansur, serta pada tanggal itulah ditetapkan sebagai hari lahir IPNU.

Pertama Mengenal Organisasi IPNU(ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)

Sebelum saya bercerita tentang IPNU saya akan bercerita sedikit tentang awal mengenal apa itu Organisasi dan mengapa saya berorganisasi . Waktu kecil saya adalah anak yang tak pernah di manja, karna memang saya terlahir dari keluarga seadanya dan orang tuaku selalu mengajarkan anak anaknya untuk hidup mandiri. Diumurku yang 8 tahun, saya baru masuk Sekolah Dasar di SDN Satu Atap Bungurjaya yang terletak di Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta. Singkat cerita saya di kelas 4 (empat) SD dan saya mengenal sebuah Extrakulikuler PRAMUKA karna pada waktu itu kakak perempuan ku yang sudah SMP dan kakak lelaki ku yang kelas 6 SD mengikuti extrakulikuler itu. Pastinya Rekan atau Rekanita sudah tak asing dengan Pramuka ini, extrakulikuler yang mengajarkan kemandirian dan masih banyak pelajaran pelajaran lainnya, dan sampai SMK saya setia terhadap satu extrakulikuler ini. Sampai pada akhirnya saya sangat suka berkegiatan yg berbau seperti ini sampai pada akhirnya saya mengenal OSIS juga, jadi yg berbau bau seperti ini saya sangat suka dan sehingga saya mengenal organisasi IPNU (ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama).

Dan awal mengenal IPNU,

Waktu itu saya di Umur 16 tahun, saat itu saya pesantren di As-Salafiah yang tak jauh letaknya dari kediaman ku, saya belajar di ponpes dari umur 13 dan saya pulang pergi atau tidak mukim. Tak terasa lamanya meski saya jauh dari kata bisa namun saya selalu berusaha dan berharap seperti pelajar-pelajar lain pada umumnya. Waktu Itu ada selembaran Undangan yg di bagikan oleh Ketua Pertama IPNU di Kecamatan saya yang tak lain adalah Putra dari Pimpinan Ponpes As-Salafiah ini. Pada waktu itu dan disana terlampir Ajakan untuk menghadiri Pembentukan IPNU-IPPNU Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Pondoksalam, saya dengan sigap mengikuti ajakan itu karna saya mengaku NU (Nahdlatul Ulama). Dan hanya saja saya NU kulltural (Mengenal dan Mengamalkan Amaliah Amaliah NU dengan apa yg diajarkan Guru-Guru di pengajian saya dan Orang tua saya, simple nya budaya atau kebiasaan Umat muslim di kampung halaman seperti membaca tahlil, Memperingati Maulid dan Isro mi’raj Rasulullah SAW. ziaroh kubur, dan masih banyak lagi Amaliah Amaliah NU atau Ahli Sunnah Walljama’ah Annahdliyah).

Awalnya juga saya sudah sedikit mengenal apa itu IPNU karena saya sekolah di Kecamatan yg berbeda sehingga saya bertemu orang-orang atau teman yang sudah mengenal NU lebih jauh dan mereka pun ber-IPNU IPPNU. Dan tak sengaja kita selalu shering sehingga saya sedikit tahu tentang Oganisasi NU dan IPNU, sehingga pada waktu itu merasa tak asing dengan nama organisasi IPNU-IPPNU. Organisasi ini adalah bagian BANOM (Badan Otonom) NU di tingkatan Pelajar atau Mahasiswa.

Singkat cerita dari ajakan tersebut saya menghadirinya dan acara mulai berlangsung, pada akhirnya saya memutuskan untuk menjadi Anggota IPNU yang bertrilogi Belajar, Berjuang, Bertaqwa. Secara tidak langsung saya adalah bagian dari NU struktural atau berkhidmat di NU secara di struktur. Sehingga saya sedikit demi sedikit mengenal dan belajar tentang keagamaan, keorganisasian, dan banyak pelajaran yang saya dapatkan. Hal yang paling awal membuat saya semakin terkesan dengan organisasi ini pada saat saya MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota), itu sudah ketentuan ber-IPNU dimana disana kita di berikan paham Organisasi, sejarah NU, tentang IPNU-IPPNU, Visi-Misi. Dan sampai dibai’at dimana kita berjanji dan memasrahkan diri kepada Allah SWT untuk mendapatkan ridho-nya dalam menjalankan tugas ini. Karna secara tidak langsung ini adalah jalur dakwah. Semoga saya dan Rekan-Rekanita yang lain bisa menjalankan amanah ini sebaik baiknya. Amiien.

Langkah awal yang baik dengan keawaman pastinya sangat berat tapi yang pasti kita juga dibimbing oleh para Tokoh-Tokoh Agama dan para Senior. Dalam organisasi pastinya ada tujuan dan harapan, dan untuk mewujudkan harapan adalah keseriusan, kebersamaan, dan itu adalah hal yg lumrah dalam berorganisasi karna secara tidak langsung ini adalah keluarga dan dalam berkeluarga pasti ada orang nya. Dan ada harapan-harapan baik untuk Keluarga, dan hal yang sulit akan tak terasa jika tak sendiri melewatinya. Dan terwujudnya harapan Organisasi tak yang pastinya adalah keseriusan, kebersamaan, kekompakan, tekad, pengorbanan, kinerja, raga dan otak yang sehat jiwa yang waras.

Pastinya dalam hal seperti ini pasti sudah tak aneh dengan banyaknya kendala, dan saya jujur tak sedikit kendala yang sering datang menghampiri entah itu dengan kesengajaan ataupun tidak. Pastinya ini juga hal yang lumrah dalam berorganisasi dan semuanya pasti mengalami kendala entah itu dalam berorganisasi ataupun mewujudkan harapan pribadi. Tapi hal yang sering saya dan rekan-rekanita di Organisasi ini adalah kekurangan link dalam menjalankan pengkaderisasian, dan dengan serba kekurangan alat saat berkegiatan. Tapi dengan keseriusan selalu ada jalan dan kita anggap ini semua berkah Allah SWT. Semoga dengan harapan baik kendala-kendala yang datang bisa kita lalui dan dapat mewujudkan harapan-harapan Organisasi.

Namun kadang pula ada hal yang khususnya saya tidak sukai di Organisasi ini dengan jujur-nya saya, saya benci jika harus sering berjauhan dengan keluarga rumah dengan orang tua. Meski tak pernah lama dalam bertugasnya, namun yg saya rasakan tak melihat wajah kedua orang tua seharipun rasanya gelisah dan itu selalu saya rasakan saat bertugas. Tapi entah dengan kalian apakah sama atau tidak. Namun harus bagaimana lagi saya harus seperti itu karna saya harus bertanggung jawab akan semua ini, juga punya tujuan untuk mewujudkan cita cita dan harapan organisasi ini. Seperti pribahasa “Menyelam sambil minum” saya berorganisasi karna memang saya ingin belajar menjadi orang yg bertanggung jawab, belajar bersosialisasi, belajar meperjuangkan suatu cita-cita, berjiwa Nasionalisme dan lain-lain. Yang pastinya sudah tentu akan saya dan rekan rekan dapatkan juga di dalam wadah ini. Jadi seberapa berat susah dan sulit nya dalam mewujudkan sesuatu, itu hal yg patut kita lalui karna memang perjuangan dalam kehidupan tak ada yang simpel. Dan kesalahan dalam melangkah yang kita lakukan melahirkan benar dilangkah berikutnya.

Kita pelajar mungkin belum menjadi apa-apa dalam pencarian ini, lama ataupun tidak prosesnya kita regenerasi bangsa dan harapan untuk melanjutkan perjuangan para pejuang Agama dan Negara. Pelajar itu akan diwarisi hal-hal yang saat ini tidak sama sekali kita ketahui sekarang. Dan kita pelajar sekarang tapi kita yang akan membawa Negara ini menjadi lebih baik suatu saat. Kita pelajar sekarang dan kita pewaris Ulama yang akan melanjutkan perjuanganya kelak. Tak ada satupun proses yang senikmat madu, maka nikmati saja dulu pahitnya pare.