PRINSIP PERJUANGAN IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA

PRINSIP PERJUANGANIKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
Manusia adalah hamba Allah (abdullah) dan sekaligus pemimpin (khalifatullah fil ardh). Sebagai hamba, kewajibanya adalah beribadah, mengabdi kepada Allah SWT, menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebagai khalifah, tugasnya adalah meneruskanrisalah kenabian, yakni mengelola bumi dan seisinya.

Keduanya terkait, tidak terpisah, dan saling menunjang. Mencapai salah satunya, dengan mengabaikan yang lain, adalah kemustahilan. Menjadi hamba pasti sekaligus menjadi kholifah. Demikian juga sebaliknya. Keduanya juga terikat oleh konteks kesejarahan yang senantiasa bergeser.

Inilah amanah suci setiap insan.Dalam Al Qur’an ditegaskan, makna manusia sebagai khalifah memiliki dimensi sosial (horizontal), yakni mengenal alam (QS 2:31), memikirkannya (QS 2: 164) dan memanfaatkan alam dan isinya demi kebaikan dan ketinggian derajat manusia sendiri (QS 11:61). Sedangkan fungsi manusia sebagai hamba Allah memiliki dimensi ilahiah (vertikal), yaitu mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan ucapan di hadapan Allah SWT.Risalah ini sudah dimulai sejak dahulu kala, sejak nabi Muhammad saw memperkenalkan perjuangan suci yang mengubah peradaban gelap menuju peradaban yang tercerahkan. Tugas suci yang mulia ini telah dilaksanakan para pejuang dan para leluhur kita, yang menjawab tantangan zamannya sesuai dengan dinamika zamannya.

Sekarang, setelah sekian lama risalah tersebut berjalan, manusia dihadapkan pada tantangan baru. Zaman telah bergeser. Seiring dengan itu juga terjadi pergeseran tantangan zaman. Tugas untuk menjawab tantangan ini jelas bukan tanggung jawab generasi terdahulu, melainkan tugas generasi sekarang.Tantangan tersebut berada dalam tingkatan lokal, nasional, dan internasional. Tantangan tersebut meliputi ranah keagamaan, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan.

Perkembangan sosial yang pesat dalam berbagaitatarantersebut tidak identik dengan naiknya derajat peradaban manusia. Sebaliknya, berbagai ketidakadilan sosial semakin menyelimuti kehidupan kita. Karenanya, perjuangan keislaman dalam konteks kebangsaan Indonesia senantiasa bergulir setiap waktu, tidak pernah usai. Saat ini, tantangan itu begitu nyata, berkesinambungan dan meluas.

Sebagai generasi terpelajar yang mewarisi ruh perjuangan panjang di negeri ini, Ikatan PelajarNahdlatul Ulama (IPNU) terpanggil untuk memberikan yang terbaik bagi tanah air tercinta. Bagi IPNU, hal ini adalah mandat suci dan kehormatan yang diamanahkan oleh Allah SWT. Cita-cita perjuangan dan tantangan sosial tersebut mendorong IPNU merumuskan konsepsi ideologis (pandangan hidup yang diyakininya) berupa Prinsip Perjuangan IPNU sebagai landasan berfikir, bertindak, berperilaku, dan berorganisasi.


Prinsip Perjuangan IPNU adalah perwujudan dari tugas profetik (kenabian) dalam konteks IPNU.